October 20th, 2008

Kepada para kolega, relasi dan mahasiswa

Mohon pamit, awal November insya Allah kami akan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Mohon maaf atas segala kekhilafan yang telah kami perbuat. Mohon doa restu semoga kami dapat beribadah dengan lancar dan selalu mendapatkan kemudahan dan lindungan Allah swt, sehingga bisa menjadi haji yang mabrur dan dapat kembali tanah air dengan selamat.

Website ini juga untuk sementara tidak diupdate sampai kami kembali ke tanah air.

September 16th, 2008

Ketegangan Dibalik Video Conference Presiden SBY 
Djoko Tjiptono - detikinet


Suasana Video Conference (setpres)

Jakarta - Suasana ruang utama Istana Negara Jumat malam (12/5/2008) terlihat berbeda. Dua televisi plasmagiant screen berukuran 50 inch tertata rapi. Di depannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono duduk dengan serius, mengenakan setelan jas berwarna biru tua. 

Presiden didampingi Menlu Nur Hasan Wirajuda dan Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Ya, malam itu selama satu setengah jam presiden melakukan video conference (vicon) dengan Sekjen PBB Ban ki Moon yang berada di New York, Amerika Serikat. Di seberang benua, juga ada PM Polandia Donald Tusk, PM Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Deputy Executive Secretary Kanselir Jerman, Richard Kinley. 

Mereka berada di ibukota negara masing-masing. Para pemimpin planet bumi itu membicarakan soal perubahan iklim dunia yang makin mengkhawatirkan.

Di Jakarta, di belakang layar, sekitar sepuluh teknisi dari PT Telkom tampak sibuk berjaga. Meski sudah melakukan gladi, dan memastikan semua berjalan baik, ketegangan terlihat di wajah para teknisi terbaik Telkom itu. 

General Manager Divisi Enterprise PT Telkom, Henry Christiadi mengungkapkan, untuk acara mega penting itu tak boleh ada kesalahan. Semua masalah teknis harus dipastikan berjalan baik dengan level garansi zero error. “Beberapa teknisi Telkom sampai-sampai lupa berbuka puasa. Tapi ini demi tugas negara,” ujarnya.

PT Telkom memanfaatkan kolaborasi teknologi ISDN (Integrated Service Digital Network) dan IP (Internet Protocol) agar komunikasi berlangsung real time. Sebagai penghubung para pembicara, sebuah master control unit (MCU) yang berada di Genewa, Swiss menjadi bridgingsekaligus pengatur arus informasi. 

Cut…
( djo / ash )

Saya sendiri sudah pernah merasakan Video Conference pada tanggal 3 Agustus 1999. Yaitu ketika proses seleksi pendaftaran mahasiswa baru Asahi University. Ketika itu berdasarkan seleksi desk evaluation, saya dinyatakan lolos seleksi sebagai calon mahasiswa program doctoral. Tahap berikutnya adalah test wawancara, saya diminta datang ke Jepang oleh Profesor Akimaru (RIP) untuk mengikuti test wawancara. Padahal waktu itu saya belum mendapatkan beasiswa, dana dari mana untuk datang ke Jepang. Ini sungguh dilematis, beasiswa DUE baru bisa digunakan apabila saya sudah resmi diterima, sedangkan Asahi University akan menerima saya jika sudah lolos test wawancara.

Secercah harapan muncul, Prof Akimaru memberikan solusi yang tidak saya duga sama sekali. Beliau mengusulkan wawancara online yang dikenal dengan video conference (Vicon) melalui jalur komunikasi ISDN. Saya diperintahkan untuk mencari jalur ISDN di Indonesia dan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas Vicon. Secercah harapan yang muncul sementara redup kembali, karena saya cari jalur ISDN yang bisa untuk Vicon di sini pada waktu itu belum ada. Saya menanyakan ke kantor Telkom pusat malah dijawab, fasilitas Vicon ini baru diadopsi oleh Telkom dan baru digunakan sangat terbatas oleh Presiden dan para gubernur. 

Akhirnya saya kirim email ke Prof Akimaru mengenai barrier yang saya hadapi. Alhamdulillah beliau memberikan solusi, saya disuruh datang ke kantor NTT (Nippon Telegraph and Telephone) yang berada di Jakarta, PT Telkom-nya Jepang cabang Jakarta.  Setelah melalui proses appointment via e-mail akhirnya terlaksanalah Video Conference pada tanggal 3 Agustur 1999. Keberangkatan saya ke Jakarta ditemani oleh Pak Suhari MJ, Dekan FISIP. Sebelum Vicon dimulai saya disambut dengan sangat ramah oleh manager NTT Jakarta. Dalam Vicon antara saya berhadapan  dengan tiga professor dari Asahi University, yakni Prof Akimaru, Prof Yoshio Yoshida, dan Prof Marion Finley. Prof Finley inilah yang akhirnya menjadi main director saya setelah saya rfesmi menjadi mahasiswa Asahi.

Kesan Prof Akimaru terhadap Vicon sangat bagus, karena ini merupakan first experience dan kami menjadi pioneer penggunaan Vicon dari Indonesia dan Jepang. Barangkali pejabat tinggi Indonesia pun belum ada yang melalkuan Vicon dari Indonesia ke Jepang, pada waktu itu.  Keberuntungan saya yang lain, semua biaya transport Vicon saya ditanggung oleh Asahi.

Arsip e-mail tentang kesan Prof Finley saya tampilkan dibawah, walaupun sudah 9 tahun, ternyata masih tersimpan di laptop yang saya pakai ini.

 Dear Mr. Rokhman:

I am delighted that you were able to go to Jakarta and to
participate in the videoconference-based interview at the NTT-C’s
facilities there. This was a first in the history of the Graduate
Program in Information Management Sciences and places you in the
unique position of pioneering this mode of interviewing.

When you arrive here in Japan, I would like to discuss with
you in detail today’s experience from your point of view. It is vital
for us to know how potential candidates may react to this mode of
interviewing.

We are looking forward to meeting you in September.

Sincerely,
Marion R. Finley, Jr. Ph.DP.S. -

Please keep track of the expenses incurred in your visit to Jakarta. You will be fully reimbursed, as already mentioned.

Senin (8/9), Microsoft Indonesia secara resmi mengumumkan komitmennya untuk menyediakan piranti lunak gratis bagi mahasiswa Indonesia, namanya Microsoft DreamSpark. Pahadal, jika harus membeli sendiri, setiap orang harus merogoh kocek hingga 3.500 dollar AS untuk seluruh program tersebut.  Piranti lunak yang disedikan ini merupakan piranti lunak teranyar untuk pengembangan dan desain yang diharapkan dapat memicu daya kreatifitas mahasiswa serta mempersiapkan mereka agar selangkah lebih siap untuk terjun ke dunia kerja.    
Microsoft DreamSpark merupakan sebuah sarana bagi mahasiswa baik di Indonesia mupun di seluruh dunia untuk mengunduh piranti lunak pengembangan yang tersedia secara cuma-cuma. Melalui Microsoft DreamSpark, mahasiswa dapat memanfaatkan piranti lunak yang disediakan layaknya yang digunakan oleh para professional. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk turut mengembangkan terciptanya berbagai industri kreatif yang menjadi salah satu program baru pemerintah Indonesia dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

DreamSpark pertama kali pada 19 Februari 2008 di Stanford University, California oleh Bill Gates, Chairman Microsoft Corporation. “kami akan melakukan apa saja untuk menciptakan generasi calon pemimpin baru dengan ilmu dan sarana piranti lunak yang mereka butuhkan guna memecahkan masalah, mewujudkan ide-ide kreatif sehingga menjadi nyata, kata Bill Gates pada acara peluncuran tersebut.

Peluncuran DreamSpark di Indonesia ditandai dengan penandatanganan memo kesepakatan antara Microsoft Indonesia dengan beberapa universitas negeri dan swasta yang menyediakan fasilitas untuk mengakses DreamSpark. Diantara universitas itu adalah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (ITS), Universitas Atma Jaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Gunadarma, Unversitas Pelita Harapan (UPH), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bina Nusantara (Binus), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Parahiyangan (UNPAR). 

Dari berbagai sumber
By Irwandi

http://www.dikti.go.id/

Dewi Widya Ningrum - detikinet

Meksiko - Serba praktis, itulah yang diinginkan masyarakat di era teknologi canggih saat ini. Ke depannya, membayar argo taxi dan tagihan makan di restoran bisa dilakukan lewat ponsel.

Layanan inilah yang sedang digodog oleh operator telepon Telefonica SA dan Lusacell di Meksiko. Keduanya, bekerja sama dengan beberapa bank besar ternama seperti Citigroup, akan mewujudkan layanan ini dalam beberapa bulan ke depan.

Teknologi membayar tagihan lewat ponsel ini dipercaya akan membuat si pengguna ponsel merasa lebih aman. Cukup dengan mengirimkan layanan pesan singkat (SMS), tagihan belanja di toko, makan di restoran dan taxi bisa dibayar. Demikian yang disampaikan Roberto Rodriguez selaku penanggung jawab layanan.

Di Jepang, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (26/8/2008), layanan seperti ini sebenarnya sudah jamak seperti misalnya membeli tiket kereta api atau produk lewat ponsel. Namun di Amerika Serikat, khususnya Meksiko, layanan ini terbilang belum marak diadopsi. (DetikINET)

Ulasan:

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah operator seluler sudah siap? Apakah bank sudah siap? Apakah Merchant juga sudah siap? Yang lebih penting apakah masyarakat sebagai consumer juga sudah siap? Fenomena ini sebenarnya sama dengan pembayaran melalui kartu debet di beberpa toko atau super market, cuma inputnya diganti menggunakan sms.

Benar sekali, seperti yang pernah saya kuliahkan pada mata kuliah Sistem Informasi Manajemen, di Jepang layanan ini sudah dikenal lebih dari lima tahun yang lalu. Adalah NTT Docomo, operator ternama Jepang yang sudah mengaplikasinnya untuk berbagai layanan, termasuk untuk pembayaran.

Siapkah Anda jika layanan ini diterapkan di Indonesia?

Buatlah paper tentang upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersumber dari tugas presentasi, dengan judul, ”Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik pada … [sesuai dengan tugas presentasi tentang dimensi kualitas pelayanan]. Paper minimal harus berisi:

  1. Latar belakang
  2. Kajian teori tentang manajemen publik
  3. Instrumen pengukuran kualitas pelayanan yang terdiri dari: indikator, kuesioner, dan teknik penghitungannya.

Paper harus dikumpulkan paling lambat tanggal 9 Agustus 2008, dalam bentuk hardcopy di Kantor MAP, dan softcopy ke alirokhman@unsoed.ac.id

Ganbatte kudasai!

July 23rd, 2008

Soal Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

Program Magister Manajemen Unsoed

Sifat: Take home dan individu

Buatlah paper tentang sistem informasi manajemen dengan tema Penerapan Sistem Informasi pada instansi/perusahaan masing-masing. Bagi mahasiswa yang belum berafiliasi pada suatu instansi/perusahaan dapat mengambil instansi/perusahaan apapun yang penting dikaji penerapan sistem informasinya. Isi paper mininal meliputi:

  1. Latar belakang penerapan sistem informasi pada instansi/perusahaan tersebut

  2. Tinjauan pustaka tentang sistem informasi

  3. Output yang dihasilkan oleh sistem informasi

  4. Kualitas informasi yang dihasilkan

  5. Hambatan dalam penerapan

Paper harus dikumpulkan paling lambat pada hari Sabtu 2 Agustus 2008 jam 12.00 wib, dengan ketentuan:

  1. Dalam bentuk hard copy di kantor MM
  2. Dalam bentuk softcopy dikirim ke arokhman@google.com
  3. Dipublish pada blog pribadi.

Dalam e-mail dan hardcopy mohon dicantumkan alamat blog masing-masing.Selamat bekerja, ganbatte kudasai!!

July 21st, 2008

Salah satu hambatan e-gov Indonesia adalah kesiapan SDM terutama para pegawai negeri sipil berkenaan dengan computer dan internet literacy. Rusia menyadari hal ini sehingga dikeluarkan kebijakan PNS Rusia harus melek komputer atau dipecat. Simak berita di bawah ini yang saya ambil dari detikinet.

PNS Harus Melek Komputer atau Dipecat!
Fino Yurio Kristo - detikinet

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa pegawai negeri sipil di negeri beruang merah itu harus melek komputer. Jika tidak bisa, sanksinya pun tidak tanggung-tanggung, mereka bisa kena pecat!

“Mereka harus belajar komputer atau harus mengucapkan selamat tinggal,” demikian kata Medvedev dalam pidatonya di wilayah Petrozavodsk, seperti dilansir Guardian dan dikutip detikINET, Jumat (18/7/2008).

Medvedev rupanya menilai sampai saat ini implementasi e-government belum maksimal di Rusia. Hal ini menurutnya dikarenakan rendahnya keterampilan sumber daya manusia dalam memakai komputer.

Padahal katanya, jika semakin banyak pekerjaan pemerintah yang dilakukan secara online, hal ini bisa mendorong adanya transparansi dan ujung-ujungnya dapat menekan korupsi.

“Pegawai pemerintah yang tidak bisa komputer tidak akan bisa bekerja dengan efektif. Karena itu, kemampuan memakai komputer harus jadi bagian dalam evaluasi pegawai,” demikian tambah Medvedev.

Memang semenjak menduduki kursi kepresidenan pada bulan Mei 2008, Medvedev yang baru 42 tahun ini punya misi untuk melakukan modernisasi di Rusia, termasuk dalam soal pemanfaatan komputer.

Pada tanggal 27-28 Juni 2008 saya mengikuti Konferensi AN di UGM dan menjadi pembicara. Presentasi saya tentang Peluang dan Tantangan E-Government Indonesia.

Berita tentang konferensi tersebut sudah dipublish di website UGM seperti dapat dibaca di http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1428

Dari Konferensi AN: Organisasi Besar Tidak Menyelesaikan Masalah Publik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM selama dua hari, 27-28 Juni 2008 menyelenggarakan “Konferensi Administrasi Negara”. Sebanyak 70 dosen/peneliti dan 20 mahasiswa bidang administrasi negara berkumpul di acara ini.

Mereka mempresentasikan 15 makalah yang terbagi dalam empat tema besar : reformasi birokrasi, manajemen pelayanan, good governance serta pemilihan umum, partisipasi dan netralitas birokrasi. Konferensi yang dibuka Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan Drs Hadriyanus Suharyanto MSi ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Prof Miftah Thoha PhD (UGM), Drs Bintoro Wardiyanto MSi (UNAIR), Dr Ali Rokhman (UNSOED) dan Mohammad Nuh SIP MSi (UNIBRAW).

Selengkapnya

Artikel saya yang berjudul Potret dan Hambatan E-government Indonesia telah dimuat di Inovasi Online yang diterbitkan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang). Silahkan dikomentari.  Artikel dapat dibaca di didownlod di sini


Hipotesis saya tentang penerapan e-government di Indonesia yang masih terbatas pada level interaktif saja, sudah mulai terbantahkan walaupun masih sangat terbatas. Mulai hari ini Departemen Keuangan menyediakan pendaftaran PNS secara online yang diakses di http://www.ppns.depkeu.go.id

Pendaftaran online ini hanya untuk pendaftaran tahap awal karena pelamar tetap harus mendaftar ulang yang salah satu kelangkapannya berupa surat lamaran yang harus ditulis tangan. Pelamar yang telah mendaftar ulang baru dapat nomor peserta ujian. Lebih lengkap dapat disimak pada persyaratan berikut.

  • Petunjuk Pendaftaran Ulang
    1. Pelamar dapat melihat pengumuman tempat dan waktu daftar ulang pada tanggal 11 Juli 2008 pada website ini;
    2. Pelamar melaksanakan pendaftaran ulang sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan;
    3. Pada saat pendaftaran ulang, pelamar harus membawa:
      • Formulir Pendaftaran yang telah dicetak dan ditandatangani serta dibubuhi pas photo;
      • Surat lamaran yang ditulis tangan sendiri;
      • Daftar Riwayat Hidup Singkat;
      • Foto copy Ijazah Asli (S1/S2) (dengan menunjukkan ijazah asli) dan untuk lulusan Perguruan Tinggi Swasta Status Diakui dan Terdaftar harus melampirkan foto copy Ijazah Asli Ujian Negara (Tanda Lulus Sementara/Surat Keterangan Lulus Tidak Berlaku). Baik S1 maupun S2 kesarjanaan harus mendapat akreditasi dari Departemen Pendidikan Nasional dengan ketentuan ijazah Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Bagi Anda lulusan perguruan tinggi luar negeri, wajib menyampaikan foto copy surat keputusan penyetaraan dari Departemen Pendidikan Nasional (dengan menunjukkan surat keputusan penyetaraan asli);
      • Khusus untuk Sarjana Akuntan (beregister), melampirkan foto copy sertifikat Akuntan (dengan menunjukkan sertifikat Akuntan asli);
      • Foto copy transkrip (dengan menunjukkan transkrip asli);
      • Pas Photo berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar;
      • Foto copy Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku (dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk asli);
      • Surat Pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 (blanko Surat Pernyataan dapat di-download dan dicetak dari website ini). Semua dokumen agar dimasukkan ke dalam stofmap.
    4. Apabila semua persyaratan telah dipenuhi maka pelamar akan memperoleh Tanda Peserta Ujian (TPU). Apabila persyaratan tersebut  tidak terpenuhi maka pelamar  dinyatakan tidak dapat memperoleh TPU.